Intervensi Shah Tahmasp Safawiyah terhadap Kerajaan Mughal
Mungkin kita sedikit merasa asing dengan dua nama pertama yaiitu Shah Tahmasp dan Safawiyah dan lebih akrab dengan dua nama yang terakhir, Mughal dan Ottoman ,ya tentu Mughal adalah kerajaan Islam di Anak Benua India yang terkenal dengan kemagahan peninggalannya yang bernaa Taj Mahal,sedangkan Ottoman adalah Dinasti Turki yang pernah berjaya melawan Negara-negara Eropa yang rajanya diakui sebagai khalifah di dunia Islam sampai tahun 1914 dan merupakan Khilafah yan terakhir ,sedangkan untuk Safawiyah kita sangat jarang atau bahkan mungkin tidak pernah mendengar apapun tentangnya padahal Safawiyah merupakan Imperium besar yang dapat disandingkan dengan Mughal dan Ottoman, sebenarnya kita dapat mengetahui tentang kerajaan yang satu ini dari materi Pendidikan Agama Islam di kelas sebelas SMA namun biasanya tidak dibahas terlalu mendalam karena pembelajaran lebih difokuskan pada tata cara beribada yang benar atau fiqih.Salah satu penyebab Safawiyah tidak sepopuler kedua kerajaan yang lain adalah karena mereka menganut Syiah, ya mungkin ke-Syiahan mereka inilah juga yang menyebabkan mereka kesulitan mengembangkan diri dan hanya bisa berkembang di Iran sehingga kebesaran mereka hana bersifat lokal ,Kerajaan Safawiyah berbatasan dengan tiga Daulah Islam yaitu Ottoman, Mughal, dan Uzbekistan di bawah Dinasti SYAIBANIYAH. pilihan Safawiyah untuk menganut Syiah menjadi sebab mereka sering bentrok dengan ketiga Kerajaan Islam tersebut.Shah Ismail Safawi berhasil mengalahkan Sultan Uzbekistan namun akhirnya harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh Sultan Salim I atau Sultan Yavus yang oleh Orang Barat dikenal sebagai Selim The Grim namun Safawiyah tentu saja tidak tinggal diam dan tetep melakukan berbagai manuver politik. salah satu manuver yang digunakan oleh Safawiyah adalah dengan mencampuri urusan negara lain yang dilakukan oleh Penguasa Safawiyah yang bernama Shah Ismail Safawi, intervensi tersebut ia lakukan terhadap Kerajaan Mughal dan Ottoman , yang pertama adalah ketka Bayazid anak Sultan Suleiman al-Qanuni atau juga disebut sebagai King Suleiman The MAGNIFICENT(Baginda Sulaiman di sinetron Abad Kejayaan) melarikan diri ke wilayahnya karnea perebutan tahta dengan saudara satu seayah dan seibunya Selim atau kelak akan menjadi Sultan Selim II , awalnya Shah Ismail Safawi menerima Bayazid dengan aik namn akhirnya menyerahkan Bayazid kepada algojo ottoman yang mencari Bayazid,mungkin Shah Tahmasp tidak sepenuhnya melakukan intervensi karena eksekusi itu dilakukan juga atas permintaan ottoman sendiri .Begitu juga intervensinya terhadap Kerajaan Mughal ,awalnya Sultan Humayun melarikan diri ke Persia karena digulingkan oleh Shah Sher Suri dari Dinasti Pasthun atau Afganistan ,ia diterima dengan baik oleh Tahmasp, namun kemudian Shah Tahmasp "menawarinya"(tentuya dengan sedikit memaksa) untuk masuk Syiah sebagai syarat untuk mendapatkan kembali tahtanya di India ,Humayun pun menyanggupi untuk masuk Syiah demi menjaga keselamatan dirinya dan para Pengungsi Mughal lainnya,Saudara Humayun menawarkan kota Kandahar sebagai pengganti syarat harus masuk Syiah namun Shah Tahamsp menolak dan mengatak njika Humayun menang baru nanti Kandahar akan diserahkan pada Tahmasp,akhirnya Humayun menjadi Penganut Syiah sementara walupun sebenarnya ia dan Para Pengungsi Mughal lainnya tidak suka.Akhirnya Humayun pun berhasil merebut India dari tangan Dinasti Suri namun ia hanya menikmati tahtanya sebentar karnea ia wafat setelah terjatuh di tangga perpustakaan pribadinya, dari utang budinya kepada Safawiyah inilah Safawiyah mulai menancapkan pengaruhnya di Kerajaan Mugahl melalui seorang menteriyang bernama Bairam Khan, anak Humayun, Akbar(suaminya Jodha)menggantikan Humayun di usai yang masih sangat belia sehingga pada awal pemerintahan Akbar Bairam Khan lah yang lebih banyak berperan dalam pemerintahan namun ketika Akbar semakin dewasa sering terjadi perbedaan pendapat antara keduanya, akhirnya Biaram Khan diusir secara halus dengan cara menyuruhnya untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah ,dalam perjalanan inilah ia mati dibuuh oleh Orang Pasthun(Afghanistan) di dekat sebuah saluran air,Mungkin JIKA Bayazid tidak dibunuh ia aka diperlakukan sama seperti Humayun,dipaksa masuk Syiah lalu diangkat menjadi Raja Boneka di Turki, Wllahualam bishawab ,MOHON MAAF APABILA ADA AKTA YANG KURANG BERKENAN wASSALAMULAIKUM WARAHMATULLAHI WBARAKATU
Komentar
Posting Komentar