Pantura dari jalur ke dangdutan

Ketika kecil menjelang idul Fitri telinga saya akrab dengan "Jalir Pantura " saya pernah melihat sebuah film yang bercerita tentang sebuah mobil yang disesatkan oleh penjahat ketika mencari jalur alternatif ke jalur panutPa , ya itulah kenangan masa kecil yang masih meletme pada benak saya , ketika idul firFi tiba para perantau di jakaJak pulang ke "Jawa" Melawati jalur yang disebut sebagai jalur Pantura , banyaknya pemudik menyebabkan jalurt tersebut macet dan orang-orang harusencari jalur alternatif lewat jalan-jalan kecil , tidak lupa ketiak itu operator seluler , perusahaan otomotif ,dan produk-produk yang lain ikut membuka pos-pos peristieahapan di soenajang jalur Pantura , dan ada juga yang membagikan peta-peta jalan yang dapat dilewati .sekarang entah mengapa situasi mudik sudah tidak sama mungkin karena sudah ada tol trans Jawa jadi perjalanan tidak begitu jauh peta pun sudah tidak terlalu dibutukan karena sudah ada GPS atau mungkin media sudah bosan mberitakan aktivitas mudik tahunan itu wllahualam mungkin saja saya yang tidak tahu , jalur ini juga disebut sebagai jalan Daendels yang ia buat untuk menahan serangan Inggris ke pulau Jawa di awal 1800san , konon katanya pertahanan Daendels merupakan Proto biltzlkrieg atau perang kilat karena pasukan Belanda lebih sedikit dari pasukan Inggris dan harus disebar sepanjang pantai uUtar pualu kaqz Jawa , ketika pasukan Inggris mendarat di suatu tempat maka seluruh pasukan harus dikonsentrasikan pada titik tersebut dan untuk melakukan itu dibutukan kecepatan tinggi dalam bergerak karena seluruh pasukan yang tersebar di sepanjang Patani Utara pulau Jawa harus berkumpul secepat mungkin sebelum dihajar oleh pasukan Inggris , dengan adanya jalan ini Anyer sampai Panarukan hanya butuh satu Minggu (bukan dengan jalan kaki) sebuah jalan yang sangat mendukung mobilitas di masa itu , konon ekspedisi yang dilancarkan oleh Sultan agung sbum adnay jalan itu mbutuhkan waktu tiga bulan untuk Samapi ke Jakarta dari Jawa tengah ketika itu jika ingin pergi ke Tegal harus dengan menaiki kapal dari Semarang karena daerah di selatan Semarang masih berupa hutan lebat , Kendal dan Pekalongan baru saja dibuat oleh tumenggung baBahurekso,  alas Roban adlnagianalkeciladln dari hutan yang masih tersisa , bisa dibayangkan bagaimana caranya melewati hutan lebat sepanjang Semarang sampai pemalang , sekarang nama Pantura berubah nkkmktasinua menjadi dangdutan ketika saya ditanya oleh teman saya "ku sapi mana?" Saya jawab " di Pantura" dia kssaya dangudtan say

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Dewasa:Asal ada mangsa

Sultan galbah dan Sultan Otto dari negeri ngerum

,Marbot Afrika